Dragut, The Drawn Sword of Islam

share on:

Kali ini kita akan mengenal lagi satu pahlawan muslim yang jarang sekali terdengar oleh pemuda muslim. Meskipun jarang terdengar, bukan berarti ia tak berjasa besar. Justru inilah saatnya menggali kembali spiritnya untuk menginspirasi kita semua. Siapakah dia?

Ia adalah seorang legenda angkatan laut Kekhalifahan Utsmaniyah yang namanya masyhur di kalangan Admiral Eropa dengan gelar “Raja Tanpa Tahta di Mediterania” sebagaimana ditulis oleh Francesco Balbi dalam bukunya “The Siege of Malta, 1565.”

Namanya Turgut Reis (1485 – 23 Juni 1565). Orang-orang Inggris memanggilnya “Dragut.” Tidak banyak anak-anak muda Islam yang kenal baik siapa beliau, bahkan saya yakin banyak di antara teman-teman yang bahkan belum pernah dengar nama ini. Padahal, Turgut Reis ini akan jadi keyword penting yang mengantarkan kamu pada insight baru, bahwa ternyata Kaum Muslimin bisa lahir dari bangsa apa saja. Karena dia adalah putra asli negara Yunani.

Di masanya, ia dikenal sebagai “Pedang Terhunus Milik Islam.” Sebab ia adalah seorang komandan angkatan laut Kekhalifahan Utsmaniyah, gubernur, dan pejuang keturunan Yunani. Di bawah komandonya, kekuatan maritim Kekhalifahan Utsmaniyah diperluas ke seluruh Afrika Utara.

Dragut diakui karena kejeniusan militernya. Judith Miller dalam tulisannya ‘Malta; When Suleiman Laid Siege’ yang diterbitkan dalam New York Times 28 September 1986 menulis bahwa Turgut Reis adalah “the greatest pirate warrior of all time.” Miller menggunakan kata “pirate” untuk mendeskripsikan Kekuatan Maritim Utsmaniyah.

Selain menjabat sebagai Laksamana di Angkatan Laut Kekhalifahan Utsmaniyah di bawah kepemimpinan Sultan Suleiman the Magnificent, Turgut juga ditunjuk sebagai Gubernur Aljazair dan Djerba serta pemimpin Angkatan Laut di Mediterania.

Pada tanggal 7 Ramadhan, tahun 960 Hijriah, Turgut Reis memberikan kemenangan yang spektakuler untuk dakwah Islam. Beliau berhasil membebaskan Pulau Korsika dan Kota Catania di Pulau Sicilia bersama para mujahid Angkatan Laut Kekhalifahan Utsmaniyah. Mengapa ia membebaskan Korsika?
.
Karena di sana, ada 7000 muslim Andalusia yang disekap, dipenjara dan diasingkan oleh aparatur militer Spanyol di Pulau Korsika. Saat itu, adalah tahun-tahun pedih ketika Kerajaan Castilla dan Aragon berhasil sepenuhnya melumatkan keberadaan Umat Islam dari daratan Spanyol. Banyak yang mengungsi, banyak yang dibunuh, banyak juga yang dimasukkan ke penjara.

Monument to Turgut Reis in Istanbul

Turgut Reis membawa misi khusus dari Kekhalifahan Utsmaniyah untuk melakukan mission impossible itu. Tapi, Eropa memang sudah lama mendengar namanya. Ia masyhur di berbagai catatan para pengembara dan pelaut. Dalam berbagai misi, Turgut selalu memberikan hasil terbaik. Ternyata, dia memang salah satu murid andalan pendahulunya yang juga seorang bintang; Heyreddin Barbarossa.
.
Di bawah kepimpinan beliau, kekuasaan maritim Kekhalifahan Utsmaniyah terbentang melintasi sepanjang Afrika Utara. Sewaktu mengabdi sebagai Gubernur di Tripoli, Turgut membangun banyak bangunan besar dan menjadikannya salah satu kota paling mengagumkan di Afrika Utara pada saat itu.
.
Referensi :

  1. Naylor, Phillip Chiviges (2009). North Africa: a history from antiquity to the present. University of Texas Press. hlm. 120–121
  2. 101 Min Amaliqah Ali Utsman, Bilal Abul Khair
  3. 100 Udzama Ummatil Islam Jihad Turbani

Source: Gensa

Leave a Response