Sejarah Singkat Kopi, Minuman Trend Masa Kini

share on:




Sejarah kopi sangat erat kaitannya dengan peradaban kaum muslim era kekhalifahan Turki Utsmani. Peradaban muslim punya pengaruh yang besar bagi perkembangan peradaban dunia, baik dalam hal sains, teknologi, budaya, seni, sastra, hingga kuliner. Dan budaya minum kopi adalah salah satunya

Kopi awalnya dikenal di dunia peradaban Islam. Asal kata kopi, yaitu qahwa, dikenal sebagai minuman yang berasal dari Yaman. Petunjuk tentang keberadaan kopi sudah dikenal dari karya para intelektual Muslim.

William H. Ukers dalam All About Coffee and Tea menyebutkan bahwa penemuan kopi berasal dari tahun 750 ketika penggembala Arab bernama Khalid yang tinggal di Etiopia, Afrika. Ibnu Sina dalam karyanya Qanun al-Tib menyebutkan bahwa kopi adalah material yang berasal dari Yaman. Ibnu Sina juga menyebutkan manfaat dari kopi seperti menyegarkan badan, membersihkan kulit, mengeringkan kelembaban kulit dan memberi aroma yang harum bagi tubuh. Dari karya Ibnu Sina setidaknya pada abad ke-9 atau 10 kopi sudah dikenal di Yaman. (Salah Zaimache: 2003)

Kopi kemudian menyebar ke berbagai wilayah umat Islam. Abdul Qadir al-Makki pada tahun 1558 dalam karyanya Umadat al-Safwa menyebut bahwa Qahwa masuk ke Mekka pada abad ke-9 Hijriah (sekitar abad ke-15). Di Kairo kopi dikenalkan oleh pelajar Al-Azhar yang berasal dari Yaman. Mereka menkonsumsi kopi untuk membuat tetap terjaga saat berzikir. Kopi kemudian tersebar ke wilayah-wilayah umat Islam lewat para jama’ah haji. (Salah Zaimache: 2003)

Di awal abad ke-15 kopi juga sampai di Turki. Kedai kopi pertama di Istanbul, Kiva Han dibuka pada tahun 1475. Di Turki inilah kopi menjadi primadona masyarakat muslim. Kedai-kedai kopi bertaburan. Ada sekitar 600 kedai kopi di Istanbul bermunculan pada abad ke-15. Kedai-kedai kopi yang berdekatan dengan Masjid membuat masyarakat Turki kala itu mengisi waktu luang diantara waktu-waktu sholat dengan mampir ke kedai-kedai kopi. (Marita Ervin: 2014)

Bukan Sekadar Minuman, Melainkan Kisah Penikmatnya

Kini hampir di semua tempat, orang-orang menghadirkan kopi sebagai pelengkap beraktivitas. Mulai dari bangun pagi, di tengah-tengah pekerjaan, hingga pada saat bercakap hangat dengan kawan atau kolega. Bisa di rumah, di kantor, maupun gang-gang sempit di sudut kota.

Minuman legendaris ini bukan sekadar sebagai penghilang rasa dahaga saja, melainkan berisi kisah para penikmatnya. Setiap orang memberikan makna tersendiri pada kopi yang ada di cangkirnya. Demikian pula cara menikmatinya yang tentu berbeda-beda.

Otsmani Coffee hadir menjadi penerus warisan peradaban Islam. Berkonsep menghadirkan nuansa islami dan juga pada literasi dan sejarah. dari secangkir kopi mengajak kembali bernostalgia akan kejayaan masa lalu yang kini mulai terlupakan.

Yuk singgah di Otsmani Coffee, Arafah Square Lt.4… 

*Dirangkum dari berbagai sumber

Leave a Response