Perjalanan Panjang Proses Kopi, dari Kebun Hingga ke Secangkir Kopi

share on:

Cerita secangkir kopi, tidak hanya berhenti di tangan barista sebagai pembuat kopi, ada proses panjang di balik secangkir kopi yang kita minum. Dan berikut cerita singkat perjalanan proses kopi hingga bisa kita nikmati.

Budidaya

Pada proses ini petani kopi memiliki peranan penting. Dalam budidaya kopi juga tidak mudah ada banyak faktor yang perlu diperhatikan mulai dari tingkat ketinggian daerah, iklim, curah hujan, tekstr tanah, unsur hara tanah, tingkat kemiringan, varietas, pemilihan benih kopi yang tepat hingga perawatan tanaman kopi yang baik dan benar.

Panen

Tanaman yang dibudidayakan secara intensif sudah bisa berbuah pada umur 2,5-3 tahun untuk jenis robusta dan 3-4 tahun untuk arabika. Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Ukuran kemasakan buah ditandai dengan perubahan warna kulit buah. Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda, kuning ketika setengah masak, merah saat masak penuh, dan kehitaman saat terlampau masak penuh (over ripe).

Sortasi buah kopi

Setelah buah kopi dipanen, segera dilakukan sortasi. Pisahkan buah dari kotoran, buah berpenyakit dan buah cacat. Pisahkan pula buah yang berwarna merah dengan buah yang kuning atau hijau. Pemisahan buah yang mulus dan berwarna merah buah superior dengan buah inferior berguna untuk membedakan kualitas biji kopi yang dihasilkan.

Pascapanen

Ada banyak proses pascapanen kopi. Beberapa proses pengolahan kopi yang dikenal adalah full wash, semiwash, Dry atau natural Process, Honey Process. Setiap cara pengolahan mempunyai keunggulan dan kelemahan, baik ditinjau dari mutu biji yang dihasilkan maupun komponen biaya produksi. Pada tahap proses pascapanen ini memeliki peranan penting juga dalam menghasilkan citra rasa dan aroma kopi.

Roasting

Roasting merupakan salah satu proses penting yang akan mempengaruhi kualitas aroma dan rasa dari kopi. Pada proses roasting, biji kopi mentah (raw green bean) yang memiliki karakteristik soft, “grassy” smell dan sedikit/tidak ada sama sekali rasa diubah (transform) menjadi roasted bean yang memiliki karaktersitik beraroma unik dan kaya akan rasa. Secara umum tingkat roasting ada tiga: Light roast, Medium roast dan Dark roast. Selain tiga tadi juga ada tingkatan roasting lain seperti: Straw, Cinnamon Roast, New England Roast, American Roast, City Roast, Full City Roast, Vienna Roast, French Roast, Full French Roast dan Spanish Roast.

Seduh

Proses seduh inilah proses akhir dalam perjalanan secangkir kopi. Jika diakumulasikan, dalam menghasilkan citra rasa kopi yang nikmat, proses seduh dalam hal ini Barista memiliki peranan 10%. Sisanya, 30% persen ditentukan pada proses roasting, 60% ditentukan pada tahapan budidaya kopi. Secara umum proses seduh dibagi menjadi dua: Mengunakan mesin atau manual. Sedangkan manual brew  adalah teknik ini yang kerap kali berkaitan dengan bubuk kopi yang sudah digiling, kertas filter, dan air panas yang sudah di tentukan tingkat temperaturnya. Manual brew banyak metode nya seperti  V60, Aeropress, Delter, Chemex, Tubruk, Vietnam drip, Syphon, Turkish dll.

Walau hanya 10%, tetap saja barista memiliki peranan besar dalam menyajikan secangkir kopi yang nikmat. Karena seorang Barista lah yang meracik kopi dengan rangkaian banyak tahapan proses kopi tadi sehingga menjadi perpaduan citra rasa dan aroma yang nikmat.

Begitulah proses perjalanan kopi dari hulu ke hilir. Untuk mendapatkan secangkir kopi dengan aroma dan citra rasa yang nikmat membutuhkan kesabaran dan proses panjang. Begitulah juga, untuk meraih kesuksesan juga membutuhkan proses dan kesabaran. Jangan pernah lelah untuk terus berproses.

Tags:

Leave a Response