Palestina yang Madani di Bawah Naungan Bendera Utsmani

share on:

1517 Masehi, adalah tahun dimana Kesultanan Utsmani di Turki berubah menjadi Kekhalifahan yang menjadi pelindung Umat Islam di darat, laut, gurun, padang, lembah hingga ufuk-ufuk benua. Utsmani adalah salah satu kemegahan Umat Islam sepanjang masa. Di bawah bendera Negara Utsmani, Umat Islam pernah menguasai Rusia Selatan, Austria, Hongaria, Yunani, sebagian Ukraina, Laut Mediterania, hingga pulau-pulau di Italia.

Termasuk Palestina. Di masa kepemimpinan Negara Utsmani sejak tahun 1517-1918 (400 tahun lamanya), negeri ini aman sentosa dan hidup damai antar semua bangsa yang berbeda. Muslimin, Nasrani bahkan Yahudi hidup nyaman dan aman di bawah kepemimpinan Islam.

“Bahkan Yahudi bisa bertahan bersama minoritas lainnya di bawah kesultanan Utsmani, sebuah sistem yang kelihatannya jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan sistem yang kita miliki sekarang”, tulis Edward Said Peneliti Dunia Islam dalam ‘An Interview with Edward Said by Ari Shavit, Ha’aretz, August 18, 2000.’

Sultan Salim, pemimpin Negara Utsmaniyah menaklukkan Palestina dengan damai tanggal 28 Desember 1516 dari Dinasti Mamalik Mesir. Mereka kemudian membangun tembok-tembok kokoh di sekitar Masjid Al-Aqsha, menghias Kubah As Shakhrah dengan keramik yang indah yang masih bertahan hingga sekarang.

Orang-orang Nasrani bebas melakukan ibadah mereka di Gereja Baitul Maqdis sebagaimana diwasiatkan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Orang yahudi yang terus-terusan ditindas di Eropa, bahkan menyelamatkan diri menuju negeri Islam dan hidup sejahtera.

Masa pemerintahan yang adil ini berlanjut hingga abad-20, sampai akhirnya meletus Perang Dunia I yang memaksa Kekhalifahan Utsmaniyah harus mengikutinya demi mempertahankan wilayah Kekhilafahan dari serangan Kekaisaran Rusia. Akhirnya, Perang Dunia I selesai dengan akibat yang sangat parah; Khilafah Utsmaniyah runtuh menjadi negeri-negeri kecil yang kita lihat sekarang.

Palestina diduduki oleh Inggris dan mereka mendatangkan zionis yahudi untuk memadati Palestina. Seorang Bankir Jerman Yahudi, Rotschild, mendanai banyak sekali proyek zionis untuk mengusahakan bagaimana cara tercepat negara Israel bisa berdiri di tanah Palestina.

Setiap mereka diperersenjatai. Akhirnya zionis Yahudi banyak sekali membakar desa-desa muslim Palestina. Membantai jamaah shalat, melukai orang-orang Arab. Sejak itulah, Palestina dalam keadaan terjajah.

Referensi :

  1. Bidayat Harakah Shuhyinah, Mahad Abdullah Al Ahmar Lil Ma’arif Al Maqdisiyah
  2. Ad Daulah Utsmaniyah, DR Ali Muhammad Ash Shalaby
  3. Madza Khasiral ‘Aalam bi Inhithatil Muslimin, Said Ali An Nadawy

Source:
GenSaladin

Leave a Response