Talk Show : GHAZWUL FIKR dalam Pop-Culture

share on:

Paska robohnya gedung WTC pada peristiwa 9/11 di Washington, pemerintah AS kemudian menggelontorkan alokasi dana yang fantastis untuk media, terkhusus dunia perfilman. Mereka kemudian mengkampanyekan gagasan ‘WAR AGAINST TERORISM’ dalam media populer.

Kampanye ini berhasil, entitas yang dicitrakan sebagai sosok teroris tergambarkan dalam ciri khas seorang muslim. Berjenggot, gamis, surban, dan celana cingkrang, lalu jilbab serta cadar juga. Naif memang, namun pada akhirnya Indonesia latah turut mengkampanyekan perang melawan teroris lewat film ‘Tanda Tanya’.

Semakin kesini, semakin menjadi. Banyak media massa seolah memframing jenggot dan celana cingkrang sebagai ciri khas pakain radikal. Berbagai Podcast membicarakan soal menjadi ‘Islam Ramah, bukan Islam Marah’. Tren Pluralisme menjadi kian digemari, seolah semua agama itu sama. Dan berakhir ide agnostik hingga atheis menjadi edgy dalam kehidupan ini.

POP-CULTURE. Inilah media tempat musuh-musuh islam mengacak-acak pola pikir kita. Lewat media ini, sesat pikir hingga doktrinasi tanpa sadar dikonsumsi dan diaminkan masyarakat. Mungkin, Pop-Culture adalah media paling masif jika digunakan dalam baku hantam Perang Pemikiran.

Jadi, bagaimana mempersiapkan diri kala mengahadapi Era Ghazwul Fikr dalam Pop-Culture?

Yuk, ngopi sambil tipis-tipis diobrolin, bareng:

Host
👤 Amin Nur Huda
Pegiat AKSARA (Aktivis Sadar Sejarah)

Narasumber
👤 Rayhan Janitra
Founder FATH (Sedulur Hijrah)
👤 Izzul Muslimin
Pegiat AKSARA (Aktivis Sadar Sejarah)

📆 Ahad, 6 Maret 2022

⏰ 19.00 – Selesai

🏨 Otsmani Coffee, Toko Buku Arafah Lt. 3, Sukoharjo.
Klik: https://maps.app.goo.gl/JAp1NMe7XuR41Ah76

‼️ Taati protokol kesehatan

Contact Person: https://wa.me/6281326111497

__

AKSARA (Aktivis Sadar Sejarah)

@aksara.muharrik
@otsamicoffee

Leave a Response