Asal Usul Bangsa Turki

share on:

Dinasti Turki Utsmani muncul di saat Islam berada dalam era kemunduran yang pertama[1], yaitu pasca runtuhnya kekuasaan Dinasti Abbasiyah.

Pemerintahan Islam saat itu, terpecah menjadi dinasti-dinasti kecil yang terkadang justru saling berperang. Setelah melewati fase suram ini, Dinasti Turki Utsmani muncul sebagai kekuatan baru yang mampu menyatukan umat Muslim. Dalam perjalanan panjangnya, Utsmani berhasil menancapkan kekuasaan di berbagai wilayah Asia, Afrika, bahkan Eropa. Dinasti ini pun menjadi satu dari tiga dinasti Islam yang besar pada abad pertengahan, selain Dinasti Syafawi di Persia (sekarang Iran), dan Dinasti Mughal di India.

Di dalam sejarah Islam, periode itu disebut sebagai Masa Tiga Kerajaan Besar. Utsmani benar-benar menjadi sebuah negara besar setelah berhasil menaklukan Bizantium (856 H/1453 M) dan berkuasa selama lebih dari enam abad.[2]

Bangsa Turki sendiri berasal dari kabilah Oghuz[3] yang mendiami daerah Mongol dan Utara Cina, kemudian menyebar ke wilayah Anatolia, Persia, dan Irak. Mereka mulai mengenal dan memeluk agama Islam sekita abad ke-9 M atau ke-10 M yaitu ketika menetap di Asia.[4] Akibat serangan tentara Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan ke Asia Kecil dan wilayah Irak, pada tahun 617 H/1220 M kabilah Oghuz terpaksa harus bermigrasi ke arah barat dan menetap di Akhlath.[5]

Menurut Hamka, kabilah ini mulai bermigrasi dari daerah mereka pada abad ke-7 H atau pada abad ke-13 H menuju daerah Akhlat. Perpindahan tersebut dipimpin langsung oleh kepala kabilah mereka, Sulaiman Syah, kakek dari Utsman[6] pelopor berdirinya Dinasti Utsmani. Adapun sebab perpindahan ini adalah akibat dari serangan tentara Tartar pada mereka.[7]

Tidak lama setelah menetap di Akhlat, mereka bermigrasi menuju Anatolia yang saat itu berada di bawah kekuasaan Dinasti Saljuk Rumi. Di tengah-tengah perjalan tersebut, pemimpin mereka, Sulaiman Syah meninggal dunia akibat hanyut di sungai Efrat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar pada tahun 1228 M[8] atau tahun 1230 M[9]. Kemudian dia digantikan oleh putranya yang bernama Ertugrul dan terus melakukan perjalanan hingga mencapai Barat Laut Anatolia. Bersamanya terdapat sekitar 100 kepala keluarga yang dikawal lebih dari 400 penunggang kuda.[10]

Sebelum mereka sampai ke Anatolia, Ertghogrol telah mengutus anaknya yang bernama Sauji untuk menghadap Sultan Saljuk Rumi, ‘Alaudin Syah. Sauji bertugas meminta izin kepada Sultan ‘Alaudin untuk menetap di Anatolia sembari bercocok tanam dan menggembalakan hewan ternak. Permohonan tersebut kemudian dikabulkan oleh Sultan ‘Alaudin, namun Sauji meninggal dunia ditengah perjalanan kembali menuju kabilahnya. Akhirnya, kabilah tersebut tetap bergerak menuju Anatolia untuk mendapatkan perlindungan dari Sultan ‘Alaudin.[11]

Catatan kaki

[1] Athur Goldscmidt, A Concise History of The Middle East, ed. 4, (USA: Westview Press, 1991), hlm. 124.

[2] Abdul Syukur Al-Azizi, Kitab Sejarah Peradaban Islam Terlengkap, (Jogjakarta: Saufa, 2014), hlm. 407-408.

[3] C.E. Bosworth, Dinasti-Dinasti Islam, (Bandung: Mizan, 1980), hlm. 163.

[4] Abdul Syukur al-Azizi, Kitab Sejarah . . . , hlm. 409.

[5] Sebuah kota di timur Turki yang berdekatan dengan sungai Waan di Armenia, lihat footnote tulisan Muhammad ash-Shalabi, Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, terj. Samson Rahman, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014), hlm. 36.

[6] Utsman bin Sauji bin Ertugrul bin Sulaiman, sultan pertama yang menjadi penisbatan nama Dinasti Utsmani. Lihat, Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, as-Sultan Muhammad al-Fatih: Fatih al-Qastantiniyah wa Qahir ar-Ruum, (Damaskus: Darul Qalam, 1987), hlm. 12.

[7] Hamka, Sejarah Umat Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1981), hlm. 205.

[8] Syafiq A. Mughni, Sejarah Kebudayaan Islam, (Jakarta: Logos, 1997), hlm. 51.

[9] Muhammad ash-Shalabi, Bangkit dan Runtuhnya . . . , hlm. 36.

[10] Abdul Latif Dahiys, Qiyamud Dinasti al-Utsmaniyah, (Makkah Mukarraham: Maktabah wa Mathbaah an-Nahdhah al-Haditsah, 1995), hlm. 26.

[11] Hamka, Sejarah Umat Islam . . . , hlm. 206.

Ditulis oleh; Satriyo Kusumo

Leave a Response